Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah melakukan test pemanduan bakat kepada 400 pelajar usia antara 9 s.d 13 tahun tingkat SD dan SMP di Kabupaten dan Kota Magelang.
Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah melakukan test pemanduan bakat kepada 400 pelajar usia antara 9 s.d 13 tahun tingkat SD dan SMP di Kabupaten dan Kota Magelang.
Tes pemanduan bakat dilaksanakan di Stadion Gemilang Kab. Magelang, Rabu (21/3). Identifikasi bakat ini diharapkan dapat menemukan calon atlet yang dapat meraih prestasi tinggi dalam bidang olahraga.
“Deteksi bakat ini memiliki potensi untuk memperjelas proses pemanduan bakat lapangan, mengidentifikasi secara langsung di lapangan untuk melihat tingkat keberbakatan anak dalam olahraga,” jelas Siti Baitul Mukarromah selaku Tim Pelaksana Lapangan.
Dosen pengajar di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang ini menambahkan, manfaat dari Program Talent Identification untuk mengidentifikasi dan memilih calon atlet yang mempunyai kemampuan terbaik sesuai dengan skill yang dimiliki sesuai cabang olahraga yang dipilih, dalam upaya mencapai prestasi olahraga.
Disadari bahwa upaya mencapai prestasi dalam olahraga merupakan hal yang kompleks, karena melibatkan banyak faktor antara lain faktor internal seperti: fisik dan mental atlet dan faktor eksternal seperti: lingkungan alam dan peralatan. Faktor internal sesungguhnya bersumber dari kualitas atlet itu sendiri, dimana atlet yang berkualitas berarti memiliki potensi bawaan (bakat) yang sesuai dengan tuntutan cabang olahraga dan siap dikembangkan untuk mencapai prestasi puncak, jelasnya.
Kepala Bidang Keolahragaan, Effendi Hari Marsudi berharap, agar hasil dari Program Talent Identification untuk mengetahui bakat olahraga yang dimiliki anak-anak di Kabupaten dan Kota Magelang ini, selanjutnya dapat ditindaklanjuti dengan pembinaan jangka panjang dan sebagai masukan untuk pembinaan di PPLPD Kabupaten Magelang maupun BPPLOP Provinsi Jawa Tengah.
“Kita terus mendorong pembinaan olahraga termasuk didalamnya sistem pemanduan dan pengembangan atlet berbakat,” katanya.
Tahap permulaan dilakukan di Kabupaten Magelang, didasarkan pada hasil Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan potensi alam serta keseriusan pemerintah kabupaten dalam membina olahraga. Berdasarkan hasil POPDA Kabupaten Magelang tidak pernah menduduki peringkat 5 besar di Jawa Tengah, bila dilihat potensi alam dan ekonomi Kabupaten Magelang cukup bagus, sedangkan dilihat keseriusan Pemerintah Daerah juga bagus dengan adanya program PPLPD daerah yang sudah berlangsung selama 3 tahun terakhir, ungkapnya. (KPKO)






.png)


